3 Peristiwa Lionel Messi di Tingkat Pintu Keluar Barcelona

Posted on

Jakarta – Lionel Messi sedang jadi omongan. Dengan cara detil, mengenai pertaruhan waktu depannya di Barcelona. Tetapi hal tersebut sendiri bukan yang kali pertamanya.
Sekarang ini marak info jika Lionel Messi telah hentikan negosiasi kontrak barunya di Barcelona. Walau sebenarnya kontraknya sekarang ini tinggal sampai musim panas 2021.

Serta berdasar laporan radio Spanyol Cadena Ser, kapten Barcelona itu sekarang siap juga pergi dari Barcelona waktu kontraknya habis pada 2021 akan datang. Beritanya, Lionel Messi telah jengkel sekali dengan kondisinya di Barca.

Ada sumber yang telah memverifikasi ke Moises Llorens-nya ESPN jika Lionel Messi geram dengan beberapa profil di Barcelona

tentang laporan bocoran media yang membuat nampak bertanggungjawab atas beberapa insiden di Barcelona. Termasuk juga salah satunya pemecatan pelatih Ernesto Valverde serta jika dia frustrasi dengan minimnya kualitas dalam tim El Barca.

Guillem Balague, jurnalis populer Spanyol yang umum membagi cerita-kisah dibalik monitor persepakbolaan Negeri Matador, menulis jika ini bukan episode pertama Lionel Messi diindikasi di tingkat pintu keluar Barcelona.

Dalam kolomnya di BBC, Balague menyebutkan jika minimal ada dua episode lain saat pemain sepak bola asal Argentina itu marak dispekulasikan akan tinggalkan Barca.

“Tentunya sebelumnya ada banyak peristiwa persimpangan jalan saat Messi hampir tinggalkan club pada waktu dulu,” catat Balague.

Yang pertama ialah saat Lionel Messi harus bertemu dengan birokrasi di Spanyol serta belum automatis jadi starter di Barcelona. Persisnya pada musim 2005/2006.

Diawalnya musim itu, pernah ada tanda pertanyaan apa Barcelona dapat mainkan La Pulga dengan cara legal di pertandingan LaLiga. Itu sebab ketentuan liga mengatakan jika team jangan mempunyai lebih dari pada tiga pemain dengan paspor non-Uni Eropa di tim penting. Di tahun 2005 Barcelona telah mempunyai Ronaldinho (Brasi), Samuel Eto’o (Kamerun), serta Rafael Marquez (Meksiko) yang isi slot.

Di saat itu, ada Inter Milan yang telah siap-siap menebus klausul pelepasan (buyout clause) Lionel Messi.

Joan Laporta, presiden Barcelona periode 2003-2010, bermanuver cari jalan keluar. Messi, yang tidak ingin pergi, juga pada akhirnya bertahan di club Catalan.

Selanjutnya, ucap Balague, ada episode masalah pajak yang sampai ke meja hijau. Waktu itu Lionel Messi hampir ingin angkat kaki, tidak hanya dari Barcelona dan juga dari Spanyol.

“Tetapi waktu semua telah beres serta dia kembali lagi berlatih, dia putuskan untuk bertahan meskipun di saat itu dia dapat juga saja pilih club mana saja di dunia, salah satunya Manchester City yang waktu itu baru akan diatasi Pep Guardiola.”

Serta sekarang, catat Balague, tiba kritis ke-3 hari esok Lionel Messi di Barcelona. Balague menyangka kuat faktanya ialah perform Blaugrana yang buat Messi telah tidak yakin dengan tekad serta kualitas club itu.

“Sesudah tiga hasil seri, serta meskipun memulai babak ke-2 musim liga dengan pijakan mantap, nampak jelas sekali jika, sama seperti yang telah disangka olehnya diawalnya musim, Barcelona sekarang ini tidak lumayan bagus untuk memenangkan Liga Champions.”

Kesempatan ini betul-betul serius ingin pergi, Lionel Messi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *